Khutbah Jum’at

Amalan-amalan Penghapus Dosa

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَا إِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

رَبِّ اشۡرَحۡ لِیۡ صَدۡرِیۡ۔ وَ یَسِّرۡ لِیۡۤ اَمۡرِیۡ۔ وَ احۡلُلۡ عُقۡدَۃً مِّنۡ لِّسَانِیۡ۔ یَفۡقَہُوۡا قَوۡلِیۡ

أَمَّا بَعْدُ

يا معشر المسلمين

أوصيكم وإيّاي نفسي بتقوى الله حقّ تقاته فقد فاز المتقون.

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah…

Marilah kita memanjatkan Puja dan Puji Syukur kehadirat Allah SWT dengan nikmatnya dan hidayahnya pada hari yang mulia ini kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT dapat berkumpul di Masjid As-Safier KBRI Bangkok untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at berjamaah ditengah saudara-saudara kita di Bangkok khususnya masih belum dapat menunaikan ibadah sholat berjamaah. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita, dijauhkan dari keburukan virus corona covid-19 dan dampak-dampak yang mengikutinya dan dijauhkan pula dari fitnah masihij dajjal.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam yang telah menyampaikan Agama yang sempurna yaitu Islam kepada umat manusia. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang selalu berpegang teguh dengan sunnah Beliau hingga ajal menjemput kita. Aamiin Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah…

Ijinkan khotib untuk berwasiat pada diri khotib sendiri dan Jama’ah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Telah menjadi kewajiban bagi setiap muslim mukallaf agar memegang teguh ketakwaan kepada Allah dan membenahi lahiriah dan batiniahnya dengan taqwa kepada-Nya. Kebaikan lahiriah menunjukan kebaikan batiniahnya. Firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. An-Nisa: 102)

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah…

Dalam khutbah hari ini ijinkan khotib menyampaikan beberapa amalan penghapus dosa sebagaimana disunahkan oleh Rasulullah SAW. Semoga khotbah ini dapat menjadi motivasi khotib dan Insya Allah Jama’ah sekalian dalam mempedomi wasiat dari Rasulullah SAW menuju jalan yang diridhoi Allah SWT.

Banyak syair dan kisah yang menggambarkan tentang pengakuan dosa dan mencerminkan kegelisahan setiap manusia atas dosa-dosa yang terus bertembah setiap harinya, padahal jatah umur semakin berkurang.  

Dalam salah satu bait syair Al-‘Itiraf yang ditulis Abu Nawas menyebutkan ‘Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?,’ merupakan puncak penyerahan dan pengakuan kepada Allah SWT yang merupakan satu-satunya Dzat Pemberi ampun.

Semua kegalauan atas rimbunan dosa ini, ternyata Allah dan Nabi Muhammad SAW telah memberikan pedoman agar dosa-dosa itu bisa diampuni. Banyak amalan sederhana yang kita sadari sebenarnya bisa menghapus dosa mulai dari menjabat tangan atau bersalaman, menjaga wudhu, sholat lima waktu, puasa, umrah hingga menyegerakan berbuat kebaikan dan sabar dan ikhlas menghadapi ujian dapat menjadi pintu untuk menggugurkan dosa apabila kita niatkan karena Allah SWT. Allah SWT mengetahui hamba-Nya adalah makhluk yang banyak berbuat dosa. Qadarallah beberapa amalan masih belum bisa dilaksanakan secara fisik karena pandemi covid. Marilah kita terus-menerus berdoda semoga Allah segera mengangkat pandemi dan keburukan yang menyertainya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Berikut beberapa amalan yang bisa menghapus dosa:

  • Menjabat tangan atau bersalaman

Menjabat tangan menjadi salah satu sunnah Nabi Muhammad yang bisa menggugurkan dosa-dosa. Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

“Tidaklah dua Muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.” (HR Abu Dawud no. 4536). Hadist terkait: 4. Tirmidzi no. 2651, Ibnu Majah no. 3693, Ahmad no. 17813 dab 17950)

  • Berwudhu dan Selalu menjaga wudhu

Amalan yang menjadi kewajiban sebelum menunaikan shalat ini sebenarnya bisa menggugurkan dosa-dosa seorang hamba. Selain bersuci untuk ibadah, kita juga dianjurkan untuk senantiasa menjaga wudhu disamping dapat menggugurkan dosa juga dapat memberikan ketenangan hati.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ

“Barangsiapa yang berwudhu, kemudian memperbagus wudhunya, maka dosa-dosanya akan berguguran dari jasadnya sampai keluar dari bawah kuku-kukunya.” [HR Al-Bukhari dan Muslim dari Utsman bin ‘Affan RA]

Hadisth Sahih Muslim no. 360

حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو الطَّاهِرِ وَاللَّفْظُ لَهُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ أَوْ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنْ الذُّنُوبِ

Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa’id dari Malik bin Anas. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Abu ath-Thahir dan lafazh tersebut miliknya, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Wahab dari Malik bin Anas dari Suhail bin Abu Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu, lalu membasuh wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya setiap kesalahan yang dia lihat dengan kedua matanya bersamaan dengan air atau bersama dengan air tetes terakhir. Apabila dia membasuh kedua tangannya keluar dari kedua tangannya setiap kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya bersamaan dengan air atau bersama dengan air tetes terakhir. Apabila dia membasuh kedua kakinya, keluar setiap kesalahan yang dilakukan kakinya bersamaan dengan air atau bersama dengan air tetes terakhir, sehingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa.”

Hadist terkait lainnya: 7 diantaranya Tirmizi no. 2, Nasa’I 102 dan Ibnu Majah no. 279

  • Sholat lima waktu

Tanpa kita sadari, sholat lima waktu yang merupakan fardhu ‘ain bagi setiap Muslim juga merupakan amalan yang bisa membuat seorang hamba mendapat ampunan Allah SWT. Rasulullah bersabda:

مَا مِنِ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلاَةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلاَّ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

“Tidaklah seorang Muslim ketika waktunya shalat wajib, lalu ia membaguskan wudhunya, ia khusyuk dalam sholatnya, dan menyempurnakan rukuk, melainkan itu menjadi penghapus dosa-dosa sebelumnya selama tidak dilakukannya dosa besar, dan itu setiap masa semuanya.” (HR  Muslim).

Hadist Shahih Nasa’I no. 458

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالُوا لَا يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ قَالَ فَكَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِنَّ الْخَطَايَا

Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Al-Laits dari Ibnu Al Haad dari Muhammad bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ” Bagaimana pendapatmu jika di depan pintu -rumah- salah seorang dari kalian ada sungai, dia mandi di sungai itu setiap hari lima kali, apakah ada sisa kotoran padanya?” Mereka menjawab, “Tidak ada kotoran yang tersisa sedikitpun.” Beliau ﷺ berkata, “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Allah menghapus dosa-dosa dengan shalat tersebut.

Hadist terkait lainnya: 4 diantaranya Bukhari no. 497, Muslim 1071 dan Tirmidzi no. 2794

Dalam sholat Lima Waktu dianjurkan berjamaah di Masjid dan memperbanyak Langkah ke Masjid & Menunggu Shalat Fardhu Berikutnya. Ini juga termasuk amalan penggugur dosa.

Hadisth Sahih Muslim no. 360

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ جَمِيعًا عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ

حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مُوسَى الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ جَمِيعًا عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ شُعْبَةَ ذِكْرُ الرِّبَاطِ وَفِي حَدِيثِ مَالِكٍ ثِنْتَيْنِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah serta Ibnu Hujr semuanya dari Ismail bin Ja’far, Ibnu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail telah mengabarkan kepada kami Al Ala’ dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat menghapus kesalahan dan mengangkat derajat?” Mereka menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, “Menyempurnakan wudhu (pada keadaan dan situasi yang menyulitkan serta tidak disukai), banyak berjalan ke masjid, dan menunggu shalat (fardhu) berikutnya setelah shalat (fardhu yang dilaksanakannya), itulah ribath.” Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Musa Al Anshari telah menceritakan kepada kami Ma’n telah menceritakan kepada kami Malik. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah semuanya dari Al Ala’ bin Abdurrahman dengan sanad ini. Hanya saja dalam hadits Syu’bah tidak disebutkan, ‘ribath’. Sedangkan dalam hadits Malik disebutkan dua kali, ‘Itulah ribath, itulah ribath’.”

Hadist terkait lainnya: 10 diantaranya Tirmizi no. 47, Nasa’I 143 dan Ibnu Majah no. 421

Hal lain yang tak jarang kita lupa ada membaca doa setelah  Azan yang terkadang suka terlewat

Hadisth Sahih Muslim no. 579

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ الْحُكَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَيْسٍ الْقُرَشِيِّ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ الْحُكَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

قَالَ ابْنُ رُمْحٍ فِي رِوَايَتِهِ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ وَأَنَا أَشْهَدُ وَلَمْ يَذْكُرْ قُتَيْبَةُ قَوْلَهُ وَأَنَا

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh telah mengabarkan kepada kami al-Laits dari al-Hukaim bin Abdullah bin Qais al-Qurasyi –lewat jalur periwayatan lain–, dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits dari al-Hukaim bin Abdullah dari Amir bin Sa’ad bin Abi Waqqash dari Sa’ad bin Abi Waqqash dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa ketika mendengar azan mengucapkan; ‘asyhadu anlaa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu, wa anna Muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Radhiitu billaahi Rabba wa bimuhammadir Rasuulaa, wa bil islaami diinaa (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku rela Allah sebagai Rabb, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agama), maka diampunilah dosanya.” Ibnu Rumh berkata dalam riwayatnya, “Barangsiapa membaca ketika mendengar muadzdzin, ‘Dan saya bersaksi, ‘ sedangkan Qutaibah tidak menyebutkan ungkapan, ‘Saya’.”

Hadist terkait lainnya: 6 diantaranya Abu Daud no. 441, Tirmizi 194 dan Ibnu Majah no. 713

  • Sholat Jumat

Sholat Jum’at yang sudah menjadi kewajiban bagi pria muslim ini juga menggugurkan dosa-dosa kita. Mari terus berdoa kepada Allah agar masa pandemi ini berakhir supaya shalat jumat bisa kita rasakan kembali.

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

“Barangsiapa yang berwudhu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendatangi sholat Jumat, menyimak dengan baik dan diam, akan diampuni dosa di antara Jumat lalu dengan Jumat yang sedang dikerjakan dengan tambahan 3 hari. Barangsiapa yang menyentuh (memain-mainkan) kerikil maka sungguh ia telah sia-sia.” (HR Muslim).

Dalam kaitan ini kita diingatkan agar datang sholat Jum’at sebelum khotib naik mimbar, mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa berkata2 atau menyibukkan diri dengan hal2 lan dan dilanjutkan sholat Jum’at dua rakaat. Ketahuilah bahwa khutbah jum’at adalah bagian dari sholat jum’at.

  • Puasa Ramadhan dan Sholat Tarawih

    Hadist Shahih Nasai no. 2174

    أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

    أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Az Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dari dosanya yang telah berlalu.”

    Hadist terkait lainya : 46 diantaranya yang diriwayatkan Bukhari hadist no. 34, 36 dan 37

    Sholat Tarawih

    Hadist Shahih Muslim No. 1266

    حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya ia berkata, saya telah membacakan kepada Malik dari Ibnu Syihab dari Humaid bin Abdurrahman dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menunaikan shalat pada malam bulan Ramadan (shalat Tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni.”

    Hadist terkait lainya : 46 diantaranya yang diriwayatkan Bukhari hadist no. 34, 36 dan 37

    Terkait sholat Shalat 5 Waktu, Shalat Jum’at dan Ramadhan

    Hadist Shahih Ahmad no. 8830

    حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو صَخْرٍ حُمَيْدُ بْنُ زِيَادٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ إِسْحَاقَ مَوْلَى زَائِدَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

    أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتْ الْكَبَائِرُ

    Telah menceritakan kepada kami Harun berkata; telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb berkata; telah menceritakan kepadaku Abu Shakhr Humaid bin Ziyad bahwa Umar bin Ishaq pelayan Za`idah menceritakan kepadanya dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata; Bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, “Shalat lima waktu, Jumat sampai Jumat dan Ramadan sampai Ramadan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar di jauhi.”

    Isnad Hasan menurut Syu’aib al-Arna’uth

  • Umrah dan Haji

    Hadist Sahih Nasai no. 2582

    أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

    Telah mengabarkan kepada kami Qutaiabah bin Sa’id dari Malik dari Sumay dari Abu Shaleh dari Abu Hurairah, ia berkata Rasulullah bersabda, “Umrah satu hingga umrah yang lain adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali Surga.”

    Hadist terkait lainya : 7 diantaranya yang diriwayatkan Bukhari hadist no. 1680 Muslim no. 2403 dan Tirmidzi no. 855

  • Puasa Arafah dan Asyura

    Hadist Ahmad no 21572

    حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنَا غَيْلَانُ بْنُ جَرِيرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ

    عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ لَهُ رَجُلٌ أَرَأَيْتَ صِيَامَ عَرَفَةَ قَالَ أَحْتَسِبُ عِنْدَ اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ صَوْمَ عَاشُورَاءَ قَالَ أَحْتَسِبُ عِنْدَ اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ

    Telah menceritakan kepada kami ‘Affan telah menceritakan kepada kami Al Mahdi bin Maimun telah menceritakan kepada kami Ghailan bin Jarir dari ‘Abdullah bin Ma’bad Az Zammanni dari Abu Qatadah dari Nabi ﷺ, seseorang berkata kepada beliau; Puasa ‘arafah menurut baginda bagaimana? Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku mengharapkan di sisi Allah, puasa tersebut menghapus (dosa) tahun lalu dan yang masih tersisa.” Orang itu bertanya; Puasa ‘asyura` menurut baginda bagaimana? Aku mengharapkan di sisi Allah, puasa tersebut menghapus (dosa) setahun.”

    Isnad Shahih menurut Syu’aib Al-Arna’uth

  • Bersabar ketika sakit, sedih atau saat terkena musibah

    Mengeluh dan putus asa ketika terkena musibah apapun tidak akan menyelesaikan masalah. Justu jika seorang Muslim mau bersabar dalam melewati semua hal itu, Allah akan memberikan ampunan atas dosa-dosanya.

    مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

    “Tidaklah menimpa seorang Muslim: rasa capek, sakit, cemas, sedih, ataupun suatu gangguan, maupun gundah gulana, sekalipun duri, kecuali Allah akan hapuskan dosa-dosanya dengan sebab itu.” (HR al-Bukhari)

  • Mati Syahid

    Hadist Tirmidzi no. 1586

    حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا نُعَيْمُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنْ بَحِيرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ قَالَ

    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنْ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنْ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ

    قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

    Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin ‘Abdurrahman berkata, telah menceritakan kepada kami Nu’aim bin Hammad berkata, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah Ibnul Walid dari Bahir bin Sa’d dari Khalid bin Ma’dan dari Al Miqdam bin Ma’di Karib ia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang mati syahid di sisi Allah mempunyai enam keutamaan; dosanya akan diampuni sejak darahnya tertumpah di awal kali pertempuran, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dijaga dari siksa kubur, diberi keamanan dari ketakutan yang besar saat dibangkitkan dari kubur, diberi mahkota kemuliaan yang satu permata darinya lebih baik dari dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari dan diberi hak untuk memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari keluarganya.” Abu Isa berkata, “Hadits ini derajatnya hasan shahih gharib.”

    Hadist terkait: 1. Ibnu Majah no. 2789

  • Segera Lakukan Kebaikan

    Hadist Hasan dari Ahmad no. 20435

    حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ مَيْمُونٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ

    قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي قَالَ اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

    قَالَ أَبِي وَكَانَ حَدَّثَنَا بِهِ وَكِيعٌ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ مُعَاذٍ ثُمَّ رَجَعَ

    Telah menceritakan kepada kami Waki’ dan Abdurrahman dari Sufyan dari Habib dari Maimun dari Abu Dzar ia berkata, Abdurrahman berkata, “Aku berkata kepada Rasulullah , “Berilah aku wasiat!” Beliau menjawab, “Bertakwalah pada Allah dimanapun kamu berada, iringilah setiap amal buruk dengan amal baik hingga ia dapat menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” Bapakku berkata, “Waki’ menceritakannya kepada kami dari Maimun bin Abu Syabib, dari Mu’adz. Kemudian ia meralatnya kembali.”

  • Perbanyak Sedekah

    Hadirin jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah

    Secara keseluruhan mungkin amal-amal diatas dapat dirangkum dalam Hadist Sahih Ibnu Majah no. 3963

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ الْعَدَنِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النُّجُودِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ

    كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَأَصْبَحْتُ يَوْمًا قَرِيبًا مِنْهُ وَنَحْنُ نَسِيرُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنْ النَّارِ قَالَ لَقَدْ سَأَلْتَ عَظِيمًا وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ ثُمَّ قَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ النَّارَ الْمَاءُ وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ ثُمَّ قَرَأَ

    { تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنْ الْمَضَاجِعِ حَتَّى بَلَغَ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ }

    ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الْأَمْرِ وَعَمُودِهِ وَذُرْوَةِ سَنَامِهِ الْجِهَادُ ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِمِلَاكِ ذَلِكَ كُلِّهِ قُلْتُ بَلَى فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ فَقَالَ تَكُفُّ عَلَيْكَ هَذَا قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ قَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يُكِبُّ النَّاسَ عَلَى وُجُوهِهِمْ فِي النَّارِ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu ‘Umar Al ‘Adani telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mu’adz dari Ma’mar dari ‘Ashim bin Abu An Nujud dari Abu Wa`il dari Mu’adz bin Jabal dia berkata, “Aku bersama Nabi ﷺ di suatu perjalanan, hingga di suatu pagi aku berada di sisi beliau. Saat berjalan aku berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka?” Beliau menjawab, “Sungguh, kamu telah menanyakan suatu perkara yang sangat besar (bagus) padahal itu sebenarnya sangat mudah bagi orang yang Allah mudahkan; yaitu kamu menyembah Allah dan jangan menyekutukannya dengan sesuatupun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan menunaikan ibadah haji.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai dan sedekah dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam.” Lalu beliau membaca: ‘(Lambung mereka jauh dari tempat tidurny…) ‘ sampai pada bagian ayat ‘(sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan) ‘ (QS. As-Sajdah: 16-18). Kemudian beliau melanjutkan, “Maukah aku beritahukan kepadamu pokok perkara, tiang-tiangnya dan puncak tertinggi segala urusan? Itu adalah jihad.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang orang yang memiliki semua itu?” aku menjawab, “Tentu.” Beliau lalu memegang lidahnya dan bersabda, “Kamu harus menahan ini dari dirimu.” Aku berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah kami akan diproses dengan ap yang kami ucapan ini?” Beliau bersabda, “Sungguh kebangetan kamu wahai Mu’adz, tidaklah muka-muka manusia disungkurkan ke dalam api neraka melainkan karena hasil perbuatan lidah-lidah mereka! “

    Hadist terkait lainnya: 1. Ahmad no. 13854

  • Perbanyak Sedekah

    Hadirin jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah

    Secara keseluruhan mungkin amal-amal diatas dapat dirangkum dalam Hadist Sahih Ibnu Majah no. 3963

    حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ الْعَدَنِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النُّجُودِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ

    كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَأَصْبَحْتُ يَوْمًا قَرِيبًا مِنْهُ وَنَحْنُ نَسِيرُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنْ النَّارِ قَالَ لَقَدْ سَأَلْتَ عَظِيمًا وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَنْ يَسَّرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ ثُمَّ قَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ النَّارَ الْمَاءُ وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ ثُمَّ قَرَأَ

    { تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنْ الْمَضَاجِعِ حَتَّى بَلَغَ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ }

    ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الْأَمْرِ وَعَمُودِهِ وَذُرْوَةِ سَنَامِهِ الْجِهَادُ ثُمَّ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِمِلَاكِ ذَلِكَ كُلِّهِ قُلْتُ بَلَى فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ فَقَالَ تَكُفُّ عَلَيْكَ هَذَا قُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ قَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يُكِبُّ النَّاسَ عَلَى وُجُوهِهِمْ فِي النَّارِ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

    Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu ‘Umar Al ‘Adani telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mu’adz dari Ma’mar dari ‘Ashim bin Abu An Nujud dari Abu Wa`il dari Mu’adz bin Jabal dia berkata, “Aku bersama Nabi ﷺ di suatu perjalanan, hingga di suatu pagi aku berada di sisi beliau. Saat berjalan aku berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka?” Beliau menjawab, “Sungguh, kamu telah menanyakan suatu perkara yang sangat besar (bagus) padahal itu sebenarnya sangat mudah bagi orang yang Allah mudahkan; yaitu kamu menyembah Allah dan jangan menyekutukannya dengan sesuatupun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan menunaikan ibadah haji.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai dan sedekah dapat memadamkan kesalahan sebagaimana air dapat memadamkan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam.” Lalu beliau membaca: ‘(Lambung mereka jauh dari tempat tidurny…) ‘ sampai pada bagian ayat ‘(sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan) ‘ (QS. As-Sajdah: 16-18). Kemudian beliau melanjutkan, “Maukah aku beritahukan kepadamu pokok perkara, tiang-tiangnya dan puncak tertinggi segala urusan? Itu adalah jihad.” Kemudian beliau bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu tentang orang yang memiliki semua itu?” aku menjawab, “Tentu.” Beliau lalu memegang lidahnya dan bersabda, “Kamu harus menahan ini dari dirimu.” Aku berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah kami akan diproses dengan ap yang kami ucapan ini?” Beliau bersabda, “Sungguh kebangetan kamu wahai Mu’adz, tidaklah muka-muka manusia disungkurkan ke dalam api neraka melainkan karena hasil perbuatan lidah-lidah mereka! “

    Hadist terkait lainnya: 1. Ahmad no. 13854

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ,

وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ,

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ

 فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ